Surabaya, liputanmu – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya berlangsung khidmat sekaligus penuh apresiasi, Senin (17/08/2026).
Selain digelarnya upacara bendera, momentum kemerdekaan tersebut dimanfaatkan Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) untuk menyerahkan apresiasi kepada guru dan karyawan berupa beasiswa pendidikan jenjang Magister (S-2) serta bantuan biaya perjalanan ibadah umrah.
Upacara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya itu diikuti oleh ratusan peserta. Hadir dalam barisan jajaran PCM dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo beserta majelisnya, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), serta guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PCM Wonokromo.
Para peserta berasal dari empat sekolah Muhammadiyah, yaitu SD Musix, SD Muhammadiyah 7 Jagir, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, dan SMA Muhammadiyah 3 Surabaya. Sejumlah tokoh masyarakat di sekitar Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung juga turut hadir menyaksikan kekhidmatan acara. Menariknya, petugas upacara merupakan tim gabungan siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Rawat Komitmen Perjuangan dan Pengabdian
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua PCM Wonokromo Surabaya, Ustadz Ir. H. Lukman Rahim dalam amanatnya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus merawat komitmen perjuangan dan pengabdian.
Menurut Lukman, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui penguatan Ukhuwah Islamiyah, pengabdian sosial, serta keberanian mengambil peran strategis dalam membangun masyarakat.
“Perbedaan adalah rahmat. Karena itu, mari kita perkuat Ukhuwah Islamiyah dan memegang teguh ajaran Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus bersikap adil, bijaksana, dan korektif. Ketika menyampaikan kritik atau saran, lakukan dengan santun demi menjaga persaudaraan dan kemaslahatan bersama.” Tutur Ustadz Lukman.
Lebih lanjut, Ustadz Lukman, panggilan akrabnya, mengingatkan pentingnya menjalankan amar makruf nahi mungkar, berkhidmat dalam bidang sosial dan budaya, menegakkan hukum, serta aktif berpartisipasi dalam membangun masyarakat dan membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan bersama.
Apresiasi Dedikasi Guru dan Karyawan
Semangat perjuangan dan pengabdian tersebut diterjemahkan secara nyata oleh SD Musix melalui pemberian apresiasi kepada sumber daya manusia yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan sekolah.
Sementara itu, Kepala SD MUSIX Surabaya, Ustadz Munahar, S.H.I., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyerahkan beasiswa pendidikan jenjang S-2 kepada dua guru terbaiknya, yaitu Ustadzah Ninik Nur Faridah, S.Pd., (Guru Kelas 4-B) dan Khusnul Khotimah, S.Pd., (Guru Kelas 6-B).
Sementara itu, bantuan biaya perjalanan ibadah umrah diberikan kepada Ustadzah Suci Lestari, S.Pd., serta istri dari Ustadz Imam Syafii (anggota sekuriti SD Musix).
Ustadz Munahar menjelaskan, bahwa pemberian beasiswa S-2 ini dilakukan melalui proses penjaringan terbuka menggunakan formulir resmi yang disebarkan kepada guru dan karyawan melalui WhatsApp Group.
“Beasiswa S-2 diberikan berdasarkan Google Form yang telah disebarkan melalui WhatsApp Group. Tentunya, penerima adalah pegawai yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi dan rekam jejak pengabdian.” Tegas Ustadz Munahar, yang telah dipercaya menakhodai SD Musix selama tiga periode tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, menjadi pilar utama akselerasi sekolah. Guru tidak hanya dituntut menghadirkan pembelajaran yang berkualitas di kelas, tetapi juga perlu terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalitasnya.
“Guru adalah pilar utama perjalanan sekolah. Kami ingin memberikan dukungan nyata agar guru terus berkembang, baik secara profesional maupun akademik.” Tegasnya.
Bagi SD Musix, pemberian beasiswa S-2 dan bantuan biaya umrah bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan wujud kepedulian lembaga terhadap ketulusan pengabdian warga sekolah.
Mengisi Kemerdekaan dengan Karya
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung tak berhenti pada seremoni pengibaran Sang Saka Merah Putih. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi keluarga besar Muhammadiyah Wonokromo bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya, pengabdian, dan kontribusi nyata.
Mengusung semangat; “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, keluarga besar PCM Wonokromo berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui jalur pendidikan, dakwah, sosial, dan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Bagi SD Musix, apresiasi ini menjadi ikhtiar membangun budaya sekolah yang menghargai pengabdian sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret untuk memajukan pendidikan dan meluaskan manfaat bagi umat dan bangsa. (Basirun/Kontributor: SD Musix Surabaya).














