Saturday, August 29, 2026
Saturday, August 29, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan: Oleh-oleh Terindah Bukan yang Ada di Tangan

Must Read

Inspirasi Kehidupan: Oleh-oleh Terindah Bukan yang Ada di Tangan

Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.

(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Ada sesuatu yang sering luput dari perhatian kita setelah seseorang pulang dari Tanah Suci baik itu umroh atau haji. Kita sibuk bertanya, “Bawa oleh-oleh apa?”

Padahal seharusnya kita bertanya, “Apa yang berubah dari dirinya setelah beribadah di sana?”

Sebab perjalanan ke Makkah dan Madinah bukan sekadar perjalanan wisata. Ia adalah perjalanan hati. Perjalanan untuk mendekat kepada Allah, menanggalkan kesombongan, memperbanyak doa, dan belajar bahwa manusia pada akhirnya sama di hadapan-Nya.

Maka sungguh sayang jika setelah pulang, yang terlihat hanya kardus-kardus souvenir, sementara akhlaknya masih sama. Kerudung boleh dibagikan, sajadah boleh diberikan, dan parfum boleh menjadi buah tangan.

“Tetapi jangan sampai souvenirnya sampai kepada orang lain, sementara hikmah ibadahnya tidak sampai kepada dirinya sendiri. Oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci adalah perubahan diri”

  • Yang dahulu mudah marah menjadi lebih sabar.
  • Yang dahulu sulit memaafkan mulai belajar mengikhlaskan.
  • Yang dahulu pelit mulai ringan berbagi.
  • Yang dahulu jarang ke masjid mulai merindukan masjid.
  • Yang dahulu lisannya tajam mulai belajar menjaga ucapan.
  • Yang dahulu sibuk mengejar dunia mulai memahami bahwa hidup ini hanya sementara.

Itulah oleh-oleh yang tidak bisa dibeli di toko mana pun. Dan bagi kita yang menerima souvenir, jangan hanya melihat barangnya. Lihatlah doa di balik pemberiannya.

“Jangan ukur ketulusan seseorang dari mahal atau murahnya oleh-oleh”

Sebab bisa jadi satu kerudung sederhana yang diberikan dengan cinta jauh lebih mahal nilainya daripada barang mewah yang diberikan karena gengsi.

Mari kita ubah budaya bertamu setelah seseorang pulang haji atau umrah. Jangan datang untuk menagih oleh-oleh. Datanglah untuk menagih doa.

Doakan agar hajinya mabrur.
Doakan agar umrahnya maqbul.
Doakan agar rezekinya semakin berkah.
Dan yang paling penting, doakan agar sepulang dari Tanah Suci, ia benar-benar menjadi manusia yang lebih dekat kepada Allah.

Karena pada akhirnya, yang dibawa pulang dari Makkah dan Madinah bukanlah apa yang memenuhi koper. Tetapi apa yang memenuhi hati.

“Dan jika hati itu benar-benar berubah, itulah souvenir paling mahal yang bisa dibawa pulang dari Tanah Suci”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Dari Pengalaman BPN 2 untuk Wakaf Muhammadiyah: Komitmen Percepatan Sertifikasi Aset di Surabaya

Surabaya, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terus memperkuat...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img