Surabaya, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menggelar kegiatan silaturrahim, pengajian, serta bimbingan rutin bagi guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Wonokromo.
Acara pembinaan yang sarat inspirasi ini dilangsungkan di Masjid Syuhada, Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung, Wonokromo, yang diikuti oleh guru dan karyawan 5 lembaga, yakni; Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6, Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4, dan Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya.
Dengan mengusung tema: “Menggerakkan Literasi, Menembus Era AI: Komitmen Guru Muhammadiyah Mencetak Generasi Unggul”, dengan Menghadirkan pemateri utama, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Sabtu (26/09/2026).
Dalam arahannya, Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Ir. Lukman Rahim, menyoroti dinamika dunia pendidikan saat ini, termasuk wacana dan tantangan seputar gratisnya biaya pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga perguruan tinggi (PT). Ia mengajak para pendidik untuk merenungkan posisi strategis sekolah-sekolah Muhammadiyah di masa depan.
“Fenomena saat ini menunjukkan masyarakat masih menjatuhkan pilihannya pada sekolah Muhammadiyah karena keunggulannya di bidang keagamaan. Namun, untuk benar-benar menjadi institusi yang unggul, syarat mutlaknya adalah para guru harus memiliki kualitas yang unggul pula.” Tegas Ustadz Ir. Lukman di hadapan para peserta.
Menjaga Mutu Lewat Pembinaan Berkelanjutan
Ustadz Ir. Lukman menambahkan, kunci utama untuk menjawab keraguan, seperti pertanyaan bagaimana sebuah lembaga bisa menjadi unggul jika pengajarnya tidak unggul, terletak pada komitmen peningkatan kapasitas SDM secara berkala.
“Nah, seluruh AUM di lingkungan PCM Wonokromo senantiasa rutin mendatangkan narasumber dan pembicara ahli dalam berbagai kesempatan. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme guru terus meningkat dari tahun ke tahun.” Ungkapnya.
Menjawab Tantangan Era Kecerdasan Buatan (AI)
Melalui tema kegiatan yang diangkat, para guru dan karyawan AUM Wonokromo didorong untuk tidak gagap teknologi, melainkan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Literasi yang kuat dipadukan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) diharapkan mampu menjadi instrumen penting bagi guru Muhammadiyah dalam merancang metode pembelajaran yang inovatif.
Dengan adanya pembinaan rutin ini, PCM Wonokromo berharap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan semakin siap mengemban amanah besar, yakni mencetak generasi emas bangsa yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta berdaya saing global. (Humas/Gus).














