Sunday, November 1, 2026
Sunday, November 1, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

PDM Kota Surabaya Gelar Turba Terakhir di Momen Milad ke-105: Evaluasi Amanah dan Integritas Kader Muhammadiyah

Must Read

Surabaya, liputanmu — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya sukses menggelar rangkaian kegiatan Turba (Turun Rembug/Kebangsaan) edisi terakhir yang bertepatan dengan momentum Milad Muhammadiyah ke-105 Hijriyah/Masehi tingkat Kota Surabaya.

Acara ini diawali tausiyah oleh Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Ustadz Drs. H. M. Zayyin Chudlori, M.Ag., dimana Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo sebagai tuan rumah yang ditempatkan di aula Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah (Smamga) Gadung Surabaya. Ahad (01/11/2026).

Dalam arahannya, Ustadz Zayyin, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat berislam dan pentingnya menjaga amanah kepemimpinan di persyarikatan dengan merujuk pada ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Tiga Golongan Hamba Allah dalam Al-Qur’an Surat Fathir Ayat 32

Mengawali materinya, Zayyin Khudori mengutip QS. Fatir [35]: 32, yang mengisahkan tentang pewarisan Kitab suci kepada hamba-hamba pilihan Allah SWT:

 ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ

Artinya :“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”

Dalam konteks penafsiran organisatoris di lingkungan Muhammadiyah, Zayyin mengaplikasikan ayat tersebut ke dalam realitas kepemimpinan struktural di bawah PDM, yakni mereka yang telah diangkat dan dipilih melalui mekanisme musyawarah resmi serta disahkan dengan Surat Keputusan (SK). Beliau membagi profil pengurus dan kader ke dalam tiga kategori:

Pertama, Zhalimun linafsih (Menzalimi diri sendiri): Yakni mereka yang diamanahi jabatan struktural, namun tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik bahkan cenderung mengabaikan amanah persyarikatan.

Kedua, Muqtasid (Pertengahan / Ala kadarnya): Yaitu figur yang menjalankan tugas organisasi sekadarnya saja, sebatas menggugurkan kewajiban tanpa ada inovasi atau dedikasi yang maksimal.

Ketiga, Sabiqul bil khairat (Berlomba-lomba dalam kebaikan): Yaitu kader dan pimpinan sejati yang menjalankan amanah dengan sangat baik, penuh dedikasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Muhammadiyah.

Peringatan untuk Menjalankan Amanah dengan Penuh Tanggung Jawab

Lebih lanjut, untuk memperkuat motivasi para kader agar masuk dalam golongan sabiqul bil khairat, Zayyin Khudori mengingatkan pentingnya kesadaran akhirat dalam mengemban tugas organisasi. Hal ini disandarkannya pada QS. Al-Mu’minun [23]: 115:

 اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya :“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan seseorang dalam struktur Muhammadiyah bukanlah sebuah kebetulan atau permainan belaka. Setiap amanah struktural yang diemban akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

“Oleh karena itu, momentum turba terakhir ini harus dijadikan refleksi bersama untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat niat ber-Muhammadiyah sebagai jalan dakwah, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat dan persyarikatan.” Pungkasnya.

Acara Turba edisi terakhir ini berlangsung khidmat dan interaktif, dihadiri oleh jajaran pimpinan cabang serta ranting di lingkungan Kota Surabaya sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju Muhammadiyah yang berkemajuan. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Apresiasi Kader Difabel Netra dan Komitmen Pendidikan Inklusif Warnai Pembukaan Turba PDM Surabaya di Wonokromo

Surabaya, liputanmu — Rangkaian kegiatan Turba Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya dibuka dengan penuh kesan dan rasa syukur....
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img