Tuesday, May 26, 2026
Tuesday, May 26, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Upaya Perkuat Ketahanan Masyarakat, Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar KKN

Must Read

Bojonegoro, liputanmu – Semangat pengabdian dan perubahan dibawa puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro gelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.

Dengan mengusung tema; “Penguatan Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa yang Mandiri, Religius, dan Berkelanjutan”, diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan pada kerja-kerja pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa.

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berasal dari empat program studi, yakni; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Sebanyak tiga kelompok diterjunkan ke tiga desa, yaitu; Desa Sumberagung, Desa Tlogorejo, dan Desa Sumberoto.

Selama satu bulan ke depan, mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat desa untuk mendorong penguatan sosial, ekonomi, dan lingkungan berbasis potensi lokal.

Di Pendopo Kecamatan Kepohbaru, Selasa (13/1/2026), Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio, S.STP., MM., menerima langsung rombongan mahasiswa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni; Kapolsek dan Danramil Kepohbaru, serta jajaran Pimpinan STIT Muhammadiyah Bojonegoro.

Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio, S.STP., MM., dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya menaruh harapan besar kepada para mahasiswa, dimana kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi energi baru bagi desa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kalau punya ide atau gagasan, silakan disampaikan ke kepala desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan bisa membantu desa menemukan solusi atas persoalan yang ada. Inovasi sangat dibutuhkan karena pembangunan desa bertumpu pada kualitas sumber daya manusianya.” Tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Setiap desa memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang tepat.

“Jika menemui kendala, koordinasikan dengan kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau pihak kecamatan. Kunci keberhasilan KKN adalah komunikasi dan kerja sama yang baik.” Tandasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd., menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Ia juga berharap melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu akademik, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung.

“Melalui KKN, mahasiswa belajar membangun empati sosial, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Pengalaman ini penting agar mahasiswa lebih peka terhadap persoalan riil masyarakat dan siap menjadi agen perubahan.” Ungkapnya.

Senada, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Aulia Singa Zanki, M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemilihan Kecamatan Kepohbaru sebagai lokasi KKN didasarkan pada pertimbangan akademik dan pengalaman lapangan. Ia mengaku pernah bertugas sebagai pendamping desa di wilayah tersebut sehingga memahami potensi dan tantangan desa-desa di Kepohbaru.

“Kami berharap program KKN yang dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberi dampak nyata.” Pungkasnya.

Melalui KKN ini, mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro diharapkan tidak hanya meninggalkan laporan kegiatan, tetapi juga jejak pengabdian yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa di Kecamatan Kepohbaru. (Khoirun Nash).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Percepat Mutu Pendidikan, Smamgo–Smamita Jalin Pendampingan Secara Berkelanjutan

Sidoarjo, Liputanmu-Upaya peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah terus diperkuat melalui kolaborasi antarsekolah. SMA Muhammadiyah 4 Gempol (Smamgo) menggandeng SMA Muhammadiyah...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img