Sunday, July 19, 2026
Sunday, July 19, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan: Saat Ikhtiar Menjadi Ibadah dan Lelah Menjadi Cinta Allah

Must Read

Inspirasi Kehidupan: Saat Ikhtiar Menjadi Ibadah dan Lelah Menjadi Cinta Allah

Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.

(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Ada kalanya Allah SWT menghadirkan seseorang bukan untuk menunjukkan kesempurnaan hidupnya, tetapi untuk menjadi bukti bahwa hidayah mampu mengubah arah kehidupan. Itulah yang tergambar dari kisah Angelina Sondakh dalam Safari Dakwah di Masjid Syuhada, Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung, Wonokromo, Surabaya. Sabtu (18/07/2026).

Ia mengawali kisahnya dengan sebuah pengakuan yang sederhana namun jujur. Dulu, ia hampir tidak mengenal Islam. Bahkan dalam pikirannya, Islam terasa rumit, penuh aturan, dan berat untuk dijalani.

“Namun setelah Allah SWT membukakan pintu hidayah, ia justru menemukan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan. Ketika hati dipenuhi kesabaran dan keikhlasan, hidup terasa jauh lebih ringan”

Baginya, nikmat terbesar bukanlah kekayaan atau popularitas, melainkan iman dan kesehatan. Senyum setiap hari adalah sedekah yang bisa dilakukan siapa saja. Jangan sampai kita sibuk mengejar dunia, tetapi memilih menjadi orang yang “dibutakan” di akhirat karena jauh dari petunjuk Allah SWT.

Sepuluh tahun berada di balik jeruji besi justru menjadi titik balik kehidupannya. Tempat yang oleh banyak orang dianggap sebagai akhir segalanya, ternyata menjadi awal dari perjalanan menuju Allah SWT. Di sana ia belajar bahwa sesuatu yang terasa pahit belum tentu buruk menurut Allah SWT. Sering kali Allah SWT menyimpan kebaikan di balik musibah yang paling menyakitkan.

Ia juga mengingatkan agar masalah ekonomi tidak menjadi alasan kehilangan kebahagiaan. Selama masih diberi kehidupan, keluarga, dan kesempatan beribadah, sesungguhnya itu sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Kebahagiaan tidak boleh digantungkan pada standar yang terlalu tinggi.

“Bahagia harus disesuaikan dengan keadaan, bukan menunggu semua keinginan terpenuhi”

Pengalaman hidup mengajarkannya bahwa ketika seseorang berada di puncak, banyak orang datang mendekat. Namun saat terjatuh, sedikit demi sedikit mereka menjauh. Dari situlah ia memahami bahwa dikenal manusia belum tentu berarti dikenal oleh Allah SWT. Yang paling penting bukan seberapa terkenal di dunia, tetapi bagaimana nama kita tercatat sebagai hamba yang dicintai-Nya.

“Harapan terbesarnya kini bukan lagi popularitas, melainkan mengakhiri hidup dalam keadaan dekat dengan Al-Qur’an”

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT bisa mencabut nikmat dengan berbagai cara. Bisa jadi diri kita yang berubah, orang-orang meninggalkan kita, atau bahkan semua yang kita miliki menjadi tidak lagi berguna ketika ingatan telah diangkat oleh Allah SWT. Karena itu jangan pernah menyandarkan hidup pada dunia yang sifatnya sementara.

Perjalanan hidupnya juga penuh ujian keluarga. Anaknya pernah menolak sekolah karena malu mengetahui ibunya berada di penjara. Vonis hukuman yang berat, tuntutan yang lebih berat lagi, hingga kepergian orang-orang tercinta menjadi bagian dari takdir yang harus diterima.

“Namun semua itu mengajarkannya satu hal, yaitu yakin bahwa keputusan Allah SWT selalu lebih baik daripada rencana manusia”

Di balik penjara, ia justru banyak mempelajari Sirah Nabawiyah. Ia belajar bagaimana Rasulullah ï·º menghadapi hinaan, fitnah, dan perlakuan buruk tanpa membalas dengan kemarahan. Dari sana ia memahami bahwa kemuliaan yang diberikan Allah SWT jauh lebih tinggi daripada penghormatan manusia.

Perubahan hidup dimulai dari perubahan cara berpikir. Jangan berbuat baik karena mengharapkan pujian, keuntungan, atau keringanan hukuman. Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Jika Allah SWT sudah menjadi tujuan, maka hati tidak mudah kecewa oleh penilaian manusia.

Ia mengingatkan bahwa surga bukan tempat yang diraih tanpa ujian. Setiap orang pasti diuji dengan kehilangan, kesedihan, kegagalan, atau takdir yang tidak sesuai harapan. Namun kesabaran adalah kunci untuk melewati semuanya. Allah tidak pernah menyia-nyiakan air mata seorang hamba yang bersabar. Di balik setiap ujian selalu ada hadiah terbaik yang telah Allah siapkan.

Jangan memelihara amarah terlalu lama. Bersihkan hati dari kebencian, iri, dan dengki. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya Al-Qur’an, lebih mudah menghafalnya, dan lebih mudah merasakan ketenangan.

Terakhir, ia mengajak untuk memperbanyak infak dan sedekah. Bukan karena sedekah membuat kita miskin, tetapi karena sedekah adalah jalan datangnya keberkahan, kesehatan, dan penjagaan Allah dari berbagai musibah.

Safari Dakwah ini meninggalkan satu pelajaran besar: hidup terbaik bukanlah hidup tanpa ujian, tetapi hidup yang setiap ujiannya semakin mendekatkan kita kepada Allah.

“Ketika ikhtiar berubah menjadi ibadah, lelah berubah menjadi cinta kepada Allah SWT, maka apa pun yang Allah SWT takdirkan akan terasa lebih ringan untuk dijalani”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Prediksi Final Piala Dunia 2026: Siapa Juara, Spanyol or Argentina

Prediksi Final Piala Dunia 2026: Siapa Juara, Spanyol or Argentina Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., (Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo) Berdasarkan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img