Surabaya, liputanmu– Kepemimpinan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Wonokromo resmi berlanjut. Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Ustadz Achmad Zainuri Arif, S.Pd., M.Pd., dan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustadzah Laili Rachmi, S.Pd., M.Pd., resmi dilantik untuk masa jabatan periode 2026–2030. Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Ir. H. Lukman, menyampaikan apresiasi atas kinerja kedua kepala sekolah tersebut pada periode sebelumnya. Menurutnya, perkembangan signifikan terlihat jelas baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas pendidikan.
“Kami yakin Ustadz Arif dan Ustadzah Laili akan memberikan dampak yang luar biasa bagi pengembangan SD Muhammadiyah 7 Jagir maupun SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.” Ujar Ustadz Lukman.
Fokus Transformasi SD Muhammadiyah 7
Sementara itu, Ustadz Achmad Zainuri Arif, Kepala Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya berkomitmen untuk menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai rujukan (benchmarking) bagi sekolah lain. Pada periode kedua ini, ia menekankan pada transformasi sekolah yang unggul namun tetap terjangkau.
“Kami fokus pada peningkatan prestasi akademik, penguatan akidah, akhlak, dan ibadah. Selain itu, inovasi pembelajaran, digitalisasi pendidikan, serta pengembangan kompetensi global peserta didik menjadi prioritas utama.” Jelas Ustadz Arik, panggilan akrabnya.
Inovasi Sarana dan Program SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya
Dalam kesempatan yang sama, Ustadzah Laili Rachmi, Kepala Spempat Gadung Surabaya menyoroti keberlanjutan program unggulan Bilingual Excellent Class (BEC) yang sukses menarik minat 18 siswa pada tahun perdana. Selain itu, pengembangan infrastruktur menjadi fokus utama, yakni penyelesaian pembangunan Muhammadiyah Tahfidz Centre (MTC).
Gedung yang dirancang setinggi empat lantai tersebut kini telah rampung dua lantai. Ustadzah Laili menargetkan gedung tersebut dapat segera difungsikan sebagai boarding school pada tahun ajaran mendatang setelah konstruksi selesai sepenuhnya.
“Saat ini pembangunan sudah selesai dua lantai. Kami mengutamakan keselamatan warga sekolah dengan belum menempati lantai satu selama proses pembangunan berlanjut. Ke depan, kami akan fokus menyempurnakan program yang belum maksimal.” Ungkap Ustadzah Laili, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo ini.
Ustadzah Laili berharap, di periode 2026–2030, Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 Surabaya semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu mewujudkan visi “Berprestasi dan Religius” bagi masyarakat luas. (Humas/Gus).














