Inspirasi Kehidupan : Rekatkan Kepemimpinan dengan Kebersamaan
Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
“Ketika niat baik disatukan, dan langkah diluruskan bersama, di situlah kekuatan PCM Wonokromo dilahirkan”
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo memilih untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Mereka berkumpul, menyatukan niat, menyamakan arah, dan menguatkan langkah melalui Pelatihan Tata Kelola AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dengan tema besar; “Penguatan Tata Kelola Lembaga dalam Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan.”
Bertempat di Villa Maison, Pasuruan, selama dua hari penuh (Sabtu–Ahad, 31 Januari – 1 Februari 2026), kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah ruang konsolidasi hati, pikiran, dan komitmen seluruh jajaran Pimpinan PCM Wonokromo. Kehadiran lengkap para Pimpinan menjadi pesan kuat:
“Kita tidak sedang membangun lembaga, kita sedang membangun gerakan”
Kebersamaan yang tampak bukan hanya simbol seremonial, melainkan fondasi kekuatan. Saat Pimpinan, Pengelola Sekolah, dan Unsur AUM duduk dalam satu majelis, yang disatukan bukan hanya agenda kerja—tetapi rasa memiliki, tanggung jawab kolektif, dan semangat saling menguatkan. Di sinilah kesolidan itu tumbuh:
- Tidak ada yang merasa paling berat bebannya.
- Tidak ada yang merasa berjalan sendirian.
- Semua merasa menjadi bagian dari perjuangan yang sama.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis PCM Wonokromo untuk menyiapkan Amal Usaha, khususnya sekolah-sekolah, agar memiliki tata kelola yang profesional, terukur, dan adaptif terhadap masa depan. Namun, kesadaran yang lebih dalam juga tumbuh: “kemajuan lembaga tidak akan lahir dari sistem saja, tapi dari sinergi manusia di dalamnya”.
Karena itu, yang sedang diracik di forum ini bukan hanya konsep manajemen, tetapi juga:
- Budaya komunikasi yang sehat.
- Saling percaya antar unsur.
- Kebiasaan musyawarah dalam setiap langkah.
- Dan komitmen bergerak seirama sesuai visi dan misi Muhammadiyah
PCM Wonokromo sedang menunjukkan bahwa keberhasilan program bukan ditentukan oleh siapa yang paling hebat, tetapi oleh seberapa kuat kita bergandengan tangan. Ketika seluruh komponen bergerak bersama, maka program bukan lagi milik pengurus tertentu—melainkan menjadi gerakan bersama yang dijaga, didukung, dan diperjuangkan oleh semua.
Dari Pasuruan, lahir bukan hanya hasil pelatihan, tetapi juga energi kebersamaan baru. Energi yang akan dibawa pulang ke sekolah, ke ranting, ke amal usaha—untuk memastikan setiap rencana tidak berhenti di kertas, tetapi hidup dalam kerja nyata.
“Karena pada akhirnya, Sekolah unggul dan berkemajuan lahir dari lembaga yang solid,
dan lembaga yang solid lahir dari hati-hati yang bersatu”














