Saturday, April 25, 2026
Saturday, April 25, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Kajian Ramadhan PCM Prambon : Gus Dikky Ingatlah tentang Pentingnya Menata Hati 

Must Read

Nganjuk, liputanmu – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambon kolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Prambon, dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Prambon gelar Kajian Ramadhan dan Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di kompleks Pendidikan Muhammadiyah Prambon, Kabupaten Nganjuk. Selasa (10/03/2026).

Dengan mengusung tema; “Merajut Kepedulian, Merengkuh Keberkahan Ramadhan”, hadir sebagai pemateri utama Ustadz Dikky Syadqomullah, M.Hes., Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan disiarkan Live Streaming on “Mu One’s Official” di SMK Muhammadiyah 1 Prambon (SMK MUTU).

Mengawali Tausiyah, Ingatkan Tentang Hati

“Memahami puasa Ramadhan, maka harus memahami tentang bagaimana kita menata hati kita, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak kitab-kitab para ‘Ulama yang membahas mengenai pentingnya masalah hati. Apabila hati sebagai pemimpin ini sholeh, dan baik. Maka seluruh anggota badan yang lainnya akan baik.

Sebaliknya apabila hati rusak maka seluruh anggota badan yang lainnya akan rusak. Ketika baiknya perbuatan hamba dengan anggota badannya, dia bisa menjauhi yang diharamkan Allah ﷻ. Meninggalkan syubhat-syubhat itu tergantung dengan kesholehan perbuatan hatinya. Ini menunjukkan perhatian terhadap hati itu sangat penting.

Sebagaimana hadits dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Artinya :“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Imam Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Memahami Puasa Ramadhan sebagai Pengendali Nafsu 

Memahami Puasa Ramadhan, maka momentum bagi kita untuk mengendalikan nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah SWT, karena tujuan akhirnya adanya peningkatan kualitas ketakwaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:

وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya :“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yusuf 12: Ayat 53).

“Melalui ayat tersebut, menggambarkan bahwa nafsu itu cenderung kepada hal yang tidak baik, maka momentum Ramadhan kita belajar mengendalikan nafsu dengan cara Allah SWT.” Tandasnya.

Pentingnya Sholat dalam Kehidupan 

“Segala perintah Allah SWT yang ada dalam Al-Qur’an untuk manusia itu untuk kebaikan manusia sendiri. Jadi, mulai sholat, puasa, zakat, haji dan lain-lain, semuanya untuk kebaikan manusia.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sebagai contoh adalah tentang sholat, bahwa sholat itu bisa mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, yakni:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya :“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 45).

Melalui ayat tersebut, lanjut Ustadz Dikky, memberikan pemahaman yang jelas bahwa sholat itu bisa menjadi kita baik, karena itu adalah cara Allah SWT Menjadi kita hamba-hamba yang semakin beriman dan bertakwa kepada-Nya.

Menurutnya, dari segi medis maka sholat menjadikan kita baik dari dua hal berikut:

Pertama, Hati bersih; Sholat menjadikan hati kita bersih dari segala sifat yang bisa merusak hati (iman), yakni; syirik, iri, dengki, sombong dll

Kedua, Otak bersih; Sholat juga menjadikan cara berfikir kita bersih, jernih, karena sholat adalah puncak konsentrasi bagi seorang hamba.

“Jadi, kalau kita dalam keadaan banyak persoalan, maka segera berwudhu dan sholat, jangan lupa dzikir dan doa, insyaAllah ketenangan, kenyamanan akan kita rasakan.” Tegasnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa untuk menjaga hati dan pikiran kita agar semakin tenang dengan membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

“Bacalah Al-Qur’an walaupun tidak banyak, paling tidak setiap selesai sholat kita biasakan membaca Al-Qur’an.” Ajaknya.

Ingatlah Semua Amal akan Dimintai Pertanggungjawaban

Sesuai dengan konteks puasa bahwa dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183, menegaskan bahwa secara khusus, Allah SWT memanggil orang yang beriman. Artinya bahwa memang orang yang beriman lah yang mampu menjalankan ibadah dengan baik.

“Itu juga bentuk kasih Allah SWT terhadap orang beriman.” Tegasnya.

Di akhir sesi, Ustadz Dikky Syadqomullah mengingatkan tentang segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Ingatlah Allah SWT mempunyai CCTV yang lebih canggih daripada kita, tidak ada satupun yang luput. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kartini Menginspirasi, Panggung Pelajar Spemsa Menyalakan Semangat Perubahan

Surabaya, liputanmu - Aula SMP Muhammadiyah 1 (Spemsa) Surabaya pagi itu tak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi berubah menjadi...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img