Bojonegoro, liputanmu – Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula Perguruan Muhammadiyah Balen pada Ahad, 24 Mei 2026. Pondok Pesantren Al Munawwir sukses menggelar agenda puncak tahunan, yakni Khotmul Qur’an & Imtihan untuk materi Tajwid, Ghorib, dan Tahfidz Juz 1, 2, 3, 29, serta 30.
Rangkaian Uji Publik yang Menawan
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan sesi Imtihan Tajwid Ghorib dan Uji Publik yang menguji kemahiran santri. Puncak kekhusyukan terjadi saat Prosesi Khotmul Qur’an, di mana para santri melantunkan ayat suci mulai dari Surah At-Takasur hingga Al-Baqarah dengan irama yang merdu, diselingi sesi uji publik untuk memastikan kualitas hafalan.
Acara semakin bermakna dengan rangkaian sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balen, Ustadz Ahmad Malik, S.Pd., Mudir Pondok Pesantren Al Munawwir, Ustadz H. Suyitno, ST., serta perwakilan wali santri, Rudi Suparno.
Suasana haru dan bangga menyeruak saat sesi penyerahan sertifikat imtihan serta pengumuman santri terbaik bidang Tajwid, Ghorib, dan Tahfidz. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Haris.
Dalam kesempatan tersebut, Mudir Pondok Pesantren Al Munawwir, Ustadz H. Suyitno, ST., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian para santri di Tahun Ajaran 2025/2026 ini.
“Khotmul Qur’an ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menjaga kemuliaan Al-Qur’an. Teruslah berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam keseharian.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar menjadikan hafalan tersebut sebagai cahaya dalam akhlak dan perilaku kalian serta mendapatkan keberkahan ilmu dalam kehidupan.
“Semoga keberkahan ilmu yang kalian peroleh hari ini menjadi bekal berharga untuk menjadi generasi Qur’ani yang menebar rahmat bagi sesama.” Tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Al Munawwir dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul dan memiliki pemahaman agama yang mendalam. (Humas Al Munawwir)














