Surabaya, liputanmu – Terus berkemajuan dan mencerahkan, suasana penuh haru dan semangat ukhuwah menyelimuti Masjid Istiqoomah, Jl. Jojoran III No. 146 Surabaya, pada Ahad pagi (02/08/2026). Kegiatan rutin; “Kajian Matahari Terbit”, kali ini terasa istimewa karena menjadi momentum penting bagi upaya pembebasan lahan untuk Rumah Tahfidz Istiqoomah.
Lebih dari 300 jamaah hadir memenuhi masjid, larut dalam kekhidmatan mendengarkan tausiyah dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustadz Dr. H. M. Sholihin Fanani, MPSDM. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan urgensi investasi akhirat melalui wakaf dan sedekah sebagai tabungan abadi bagi setiap muslim.
“Pentingnya investasi akhirat melalui wakaf dan sedekah sebagai tabungan abadi bagi setiap muslim.” Ujar Ustadz Sholihin, panggilan akrabnya.
Menyiapkan Wadah Generasi Qur’ani
Dalam kesempatan tersebut, Panitia Pelaksana Pembangunan memaparkan rencana strategis pembebasan dua unit rumah yang berlokasi tepat di seberang masjid, yakni di Jl. Jojoran III No. 151A.
“Aset ini rencananya akan dialihfungsikan menjadi Rumah Tahfidz Istiqoomah, sebuah pusat pendidikan yang didedikasikan untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan.” Ungkapnya.
Rencana mulia ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para jamaah. Ajakan berinfak yang disampaikan memicu gelombang kepedulian; jamaah secara sukarela memberikan donasi terbaik mereka sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan pusat peradaban tersebut.
Momen Penuh Haru dan Keikhlasan
Sesi penggalangan dana menjadi puncak yang paling menyentuh. Suasana keikhlasan begitu terasa saat jamaah berlomba-lomba dalam kebaikan. Di antara doa-doa yang terpanjat, terlihat nyata komitmen kuat para jamaah untuk bersatu padu demi satu tujuan: menghadirkan tempat lahirnya generasi Qur’ani yang unggul.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kekuatan kolaborasi umat, tantangan besar pun dapat dilalui. Diharapkan, dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, proses pembebasan Rumah Tahfidz Istiqoomah dapat segera tuntas dan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat luas.
“Dari jamaah, oleh jamaah, untuk generasi Qur’ani.” Pungkasnya. (Humas/IM-s).














