Monday, August 10, 2026
Monday, August 10, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan: Bukan Sanak, Bukan Kadang, Tapi Menebar Manfaat

Must Read

Inspirasi Kehidupan: Bukan Sanak, Bukan Kadang, Tapi Menebar Manfaat

Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.

(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Ada sesuatu yang menarik dari peluncuran armada baru bus Restu trayek Magetan–Surabaya.

Konon, untuk menghadirkan satu armada baru dibutuhkan dana hingga milyaran rupiah. Angka yang tidak kecil. Tetapi yang lebih menarik bukanlah berapa uang yang dikeluarkan, melainkan untuk siapa uang itu dibelanjakan.

Bukan untuk keluarga sendiri, bukan untuk saudara, bukan untuk orang-orang yang dikenal, tetapi untuk melayani masyarakat. Ribuan orang akan naik di dalamnya; ada yang pergi bekerja, kuliah, berobat, berdagang, mengunjungi keluarga, atau sekadar pulang ke kampung halaman.

Mereka mungkin tidak pernah tahu siapa pemilik armadanya. Mereka mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan orang yang mengeluarkan miliaran rupiah tersebut.

“Namun manfaatnya mereka rasakan. Di sinilah kita belajar bahwa bisnis bukan semata-mata tentang mencari keuntungan”

Keuntungan memang penting. Bahkan sebuah bisnis harus menghasilkan keuntungan agar bisa bertahan, tumbuh, menggaji karyawan, membayar kewajiban, dan terus melayani.

Tetapi bisnis yang hebat tidak berhenti pada keuntungan. Bisnis yang hebat mengubah keuntungan menjadi manfaat.

Satu usaha bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Satu toko bisa menghidupi sebuah keluarga. Satu warung bisa menjadi sumber rezeki banyak orang.
Satu perusahaan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Dan satu armada bus bisa menjadi jalan bagi ribuan orang untuk menjalani kehidupannya.

Maka jangan pernah menganggap kecil usaha yang sedang kita bangun. Mungkin hari ini baru sebuah gerobak, mungkin baru sebuah warung kecil. Mungkin juga baru satu karyawan, dan omzetnya belum besar, tidak masalah.

“Yang penting, mulailah dengan niat menghadirkan manfaat”

Karena bisnis yang tumbuh dengan benar bukan hanya memperbesar rekening pemiliknya, tetapi juga memperbesar jumlah manusia yang ikut merasakan manfaatnya.

Suatu hari, ketika Allah memberi kita rezeki yang lebih luas, jangan hanya bertanya: “Apa yang bisa saya beli?” Tanyakan juga: “Berapa banyak orang yang bisa saya bantu?”

Sebab ukuran kesuksesan bukan hanya seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi seberapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena keberadaan kita.

Jangan hanya bercita-cita menjadi orang kaya, jadilah orang baik, jadilah pebisnis, bangun usaha, ciptakan lapangan pekerjaan, putarkan rezeki, dan tebarkan manfaat seluas-luasnya. Sebab boleh jadi kita bukan sanak, bukan kadang, bahkan tidak saling mengenal.

“Tetapi kita bisa menjadi alasan kehidupan orang lain menjadi sedikit lebih baik. Dan bukankah itu salah satu bentuk kekayaan yang paling indah”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Sebuah Refleksi: AUM Makin Besar, Mengapa Cabang dan Ranting Masih Terseok-seok?

Sebuah Refleksi: AUM Makin Besar, Mengapa Cabang dan Ranting Masih Terseok-seok? Oleh Ustadz Anas Febriyanto  (Kader Muda Muhammadiyah Kota Surabaya) Pertumbuhan Amal...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img