Tuesday, August 11, 2026
Tuesday, August 11, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Apakah Majelis Tarjih Adalah Anti-Tesis Madzhab Syafii?

Must Read

Apakah Majelis Tarjih Adalah Anti-Tesis Madzhab Syafii?

Oleh KH. Nurbani Yusuf 

(Komunitas Padhang Makhsyar)

Ada sebuah rumor yang kerap beredar: banyak produk fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah yang berbeda atau menyelisihi fatwa Imam Syafii.

Apakah karena Nahdlatul Ulama (NU) identik bermazhab Syafii, lalu Imam Syafii seakan-akan sudah “dilabeli” sebagai milik NU semata, sehingga pendapat beliau sering kali dibedakan dengan Fatwa Majelis Tarjih? (Ini adalah sebuah pertanyaan, bukan pernyataan).

Bahkan, ada kesan sebagian kalangan bersikap anti-Mazhab Syafii—tidak jarang merendahkan atau mengabaikannya. Jika terjadi perbedaan pendapat, fatwa Imam Syafii sering kali tidak diambil dan tidak dijadikan pertimbangan.

Stigma pun berkembang: seolah-olah karena Imam Syafii adalah identitas NU, maka sedapat mungkin fatwa-fatwa yang diambil harus menyalahi pendapat dalam Mazhab Syafii, sekadar untuk pembeda.

Tentu, ini hanyalah rumor, dan saya yakin realitasnya tidak sesederhana itu. Lantas, apa persoalan sebenarnya? Termasuk pula rumor mengenai kedekatan Majelis Tarjih dengan Mazhab Hambali, karena banyaknya kemiripan produk fatwa Tarjih dengan Mazhab tersebut.

Meski kesamaan pendapat tidak serta-merta bisa dinisbahkan secara langsung kepada suatu Mazhab tertentu, namun akumulasi dari banyaknya titik temu dengan Mazhab Hambali dan banyaknya perbedaan dengan Mazhab Syafii membuat rumor itu tampak mendekati kebenaran bagi sebagian orang.

Mengenal Lebih Dekat Imam Syafii

Mengenal lebih dekat sosok Imam Syafii—kealimannya, kejeniusannya, produktivitasnya, serta prestasinya dalam membangun Mazhab yang dianut mayoritas umat Islam di dunia—adalah bentuk penghormatan dan penghargaan yang, betapapun tidak sepadan, tetap harus ditunaikan.

Imam Syafii adalah seorang ulama salaf yang saleh karena hidup di masa salaf, seorang fuqaha besar sepanjang sejarah dengan keluasan ilmu yang tak tertandingi, serta seorang mujadid yang meletakkan dasar berbagai disiplin ilmu keislaman yang dianut umat Islam di berbagai belahan dunia.

Al-Umm dan Ar-Risālah adalah dua pasang kitab paling fenomenal. Keduanya menjadi kitab induk—baik dari sisi aksiologis, epistemologis, maupun ontologis—yang belum tergantikan. Dua karya ini saling menggenapi dan menjadi pintu lahirnya berbagai manhaj serta paradigma keilmuan setelahnya. Karya-karyanya benar-benar monumental.

Empat Imam Mazhab adalah keberkahan dan karunia Allah Azza wa Jalla yang tiada terkira. Keempatnya laksana sumber mata air yang mencerahkan dan memancarkan keberkahan. Darinya umat Islam belajar membasuh tangan dan kaki saat berwudhu, belajar cara bertakbir dan bersalam ketika salat.

Mengikuti Imam Syafii dan tiga imam lainnya, InsyaAllah masuk surga, karena keempat imam tersebut sama-sama menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber rujukan utama.

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Bukan Hanya Wahabi, Semua Umat Islam Anti-TBC!

Bukan Hanya Wahabi, Semua Umat Islam Anti-TBC! Oleh KH. Nurbani Yusuf (Komunitas Padhang Makhsyar) Yang anti-TBC (Tahayul, Bid’ah, Churafat) bukan hanya Muhammadiyah...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img