Surabaya, liputanmu — Semangat kebersamaan mewarnai proses seleksi, pembentukan dan ta’aruf Pengurus Harian Remaja Masjid (Remas) Masjid Sholahuddin Spemma Pucang Surabaya periode 2026-2027. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Spemma ini dihadiri dan diikuti oleh seluruh anggota Remas. Selasa (11/08/2026).
Dalam arahannya, Ustadz Faishol selaku Pembina Remas Masjid Sholahuddin Spemma Pucang Surabaya menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta melandasi setiap langkah dengan niat yang tulus.
“Jaga kebersamaan, awali melaksanakan amanah ini dengan niat baik dan semoga akhirnya juga berjalan baik. Jalankan Remas ini secara bersama-sama, kolektif kolegial, sehingga Remas kedepannya akan jauh lebih baik.” Pesan Ustadz Faishol Ausi Al Farobi, S.Pd., Pembina Remas Masjid Sholahuddin.
Susunan Pengurus Harian Remas Masjid Sholahuddin Spemma Pucang 2026–2027, berdasarkan hasil seleksi, berikut adalah jajaran Pengurus Harian yang resmi diumumkan:
- Ketua: Naura Assyabiya Syauqiya.
- Wakil Ketua: Mihammad Ihsan Junaidi.
- Sekretaris: Azzahra Carissa Wibowo.
- Bendahara: Muhammad Zein Karim Ilham Utomo.

Rangkaian Acara Remas Masjid Sholahuddin Spemma Pucang
Ustadz Faishol, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa usai pengumuman struktur pengurus harian, agenda kegiatan dilanjutkan dengan beberapa sesi penting untuk mematangkan langkah organisasi ke depan:
Pertama, Sesi Perkenalan (ta’aruf): Pengurus harian yang baru terpilih memperkenalkan diri kepada seluruh anggota Remas untuk mempererat keakraban.
Kedua, Pembagian Tugas: Diskusi interaktif terkait perumusan dan pembagian tugas pokok serta fungsi (tupoksi) masing-masing anggota.
Ketiga, Persiapan Pelantikan: Pembahasan teknis terakhir guna menyambut agenda pelantikan resmi pengurus Remas yang akan dilaksanakan di Masjid Sholahuddin Pucang, Surabaya pada Kamis 13 Agustus 2026.
“Melalui pembentukan kepengurusan baru ini, diharapkan Remas Masjid Sholahuddin Spemma Pucang Surabaya dapat semakin aktif, solid, dan memberikan kontribusi positif dalam kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan Masjid dan Sekolah.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














