Monday, June 8, 2026
Monday, June 8, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan: Hari Ini Kami Pamit, Terima Kasih dan Maafkan Kami

Must Read

Inspirasi Kehidupan: Hari Ini Kami Pamit, Terima Kasih dan Maafkan Kami

Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.

(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Di Ballroom Hotel Luminor Surabaya, Ahad, 7 Juni 2026 adalah siang yang penuh haru, ratusan pasang mata berkumpul dalam satu perasaan yang sama. Ada senyum yang mengembang, namun juga ada air mata yang diam-diam jatuh di pipi. Hari itu bukan sekadar acara pelepasan. Hari itu adalah hari perpisahan sebuah perjalanan panjang yang telah ditempuh bersama selama tiga tahun.

75 siswa Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya berdiri tegak di hadapan guru, orang tua, dan seluruh tamu yang hadir. Dengan suara yang bergetar menahan haru, mereka mempersembahkan sebuah lagu khusus untuk para guru dan pendidik yang selama ini membersamai langkah mereka.

Setiap bait lagu yang terlantun seolah membawa semua orang kembali pada kenangan-kenangan yang pernah tercipta di sekolah tercinta, yakni:

  • Tentang pagi-pagi yang diawali dengan doa dan shalat berjamaah.
  • Tentang nasihat yang kadang terasa berat didengar, namun kini disadari sebagai bentuk kasih sayang.
  • Tentang tawa yang pecah di ruang kelas.
  • Tentang tugas yang dikeluhkan. Tentang hukuman yang dulu dianggap menyebalkan, tetapi sekarang justru menjadi cerita yang dirindukan.

Di antara para siswi, banyak yang tak mampu lagi menyembunyikan perasaan. Mata mereka mulai berkaca-kaca. Air mata perlahan mengalir membasahi pipi. Mereka menangis bukan karena sedih berpisah semata, tetapi karena baru menyadari betapa banyak cinta, perhatian, dan pengorbanan yang telah diberikan para guru selama ini.

Hari itu mereka menyampaikan satu pesan yang lahir dari hati terdalam.

“Terima kasih, Bapak dan Ibu Guru. Terima kasih telah sabar menghadapi kami. Terima kasih telah mengajarkan ilmu, akhlak, dan kehidupan. Terima kasih telah menegur saat kami salah, mengingatkan saat kami lalai, dan mendoakan kami bahkan ketika kami tidak mengetahuinya”

Lalu dengan suara yang semakin lirih, mereka menyampaikan permohonan maaf.

“Maafkan kami atas kenakalan yang pernah kami lakukan. Maaf atas tugas yang terlambat kami kumpulkan. Maaf atas candaan yang terkadang berlebihan. Maaf atas sikap yang mungkin pernah mengecewakan. Percayalah, bukan karena kami tidak menghormati, tetapi karena kami masih sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik”

Kenangan demi kenangan berputar di kepala mereka. Tentang sahabat yang menemani sejak kelas tujuh. Tentang guru yang tak pernah lelah memberi semangat. Tentang kegiatan sekolah yang penuh warna. Tentang prestasi yang diraih bersama. Bahkan tentang kekonyolan-kekonyolan yang dulu membuat kelas gaduh dan guru menggelengkan kepala.

Tiga Tahun Terasa Begitu Singkat

Kini mereka berdiri di ambang gerbang kehidupan yang baru. Tidak lagi sebagai siswa SMP Muhammadiyah 4, tetapi sebagai generasi yang akan membawa nilai-nilai sekolah ini ke mana pun mereka melangkah.

Hari itu mereka belajar bahwa perpisahan bukanlah akhir dari sebuah cerita. Perpisahan adalah bukti bahwa pernah ada kebersamaan yang begitu indah untuk dikenang.

Dan ketika lagu itu berakhir, tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Namun yang tertinggal bukan sekadar suara tepuk tangan. Yang tertinggal adalah jejak cinta, doa, dan kenangan yang akan selalu hidup dalam hati setiap guru, setiap orang tua, dan setiap siswa SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.

Karena sejatinya, mereka tidak benar-benar berpisah. Mereka hanya melanjutkan perjalanan, dengan membawa kenangan yang akan selalu pulang ke SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.

“Kami datang sebagai anak-anak yang penuh kenakalan, kami pulang sebagai generasi yang membawa harapan, SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya, tempat ilmu ditanam, akhlak ditumbuhkan, dan kenangan diabadikan”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo: Selamat Milad ke-60, Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya

Surabaya, liputanmu - 60 tahun berkarya, tumbuh dan bersinar, sejak berdiri 06 Juni 1966 hingga saat ini 06 Juni...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img