Sunday, March 15, 2026
Sunday, March 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Sekretaris PCM Tegalsari : Program MAFATHIR FISIP Umsura Sangat Bermanfaat 

Must Read

Surabaya, liputanmu – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan terasa hangat di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo Kota Surabaya, pada hari pertama Ramadhan. Tiga mahasiswa mendapat amanah pada kegiatan bertajuk Mahasiswa Berfastabiqul Khairat in Ramadhan (MAFATHIR) dengan tema besar; “Transformasi Diri Menuju Fitrah: Ramadhan Membangun Peradaban Umat”. Senin (16/02/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Bagas Avicienna Subagyo selaku koordinator, bersama Abid Abad dan Bagas Sanabil. Meski diikuti oleh tiga peserta, suasana berlangsung reflektif, dan penuh makna.

MAFATHIR dirancang sebagai ruang muhasabah sekaligus penguatan komitmen mahasiswa dalam menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri dan kebangkitan peradaban.

Dalam kesempatan tersebut, Bagas Avicienna selaku mahasiswa Umsura menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan proses transformasi spiritual dan intelektual.

“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita dilatih menahan diri, menguatkan empati, serta membangun disiplin. Jika nilai-nilai ini diinternalisasi, maka ia akan melahirkan pribadi yang kembali pada fitrah dan mampu berkontribusi bagi peradaban umat.” Ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Abid Abad menekankan pentingnya fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai karakter utama mahasiswa muslim. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor gerakan kebaikan di tengah masyarakat, terutama di bulan yang penuh keberkahan ini.

Senada, dalam kesempatan tersebut juga, Bagas Sanabil menambahkan bahwa pembangunan peradaban umat harus dimulai dari pembenahan individu.

“Peradaban besar lahir dari pribadi-pribadi yang unggul secara akhlak dan pemikiran. Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan hati, meluruskan niat, dan menyusun kembali visi hidup kita sebagai generasi penerus.” Tuturnya.

Kegiatan MAFATHIR diisi dengan tadarus Al-Qur’an, diskusi tematik, kultum, serta refleksi bersama mengenai peran mahasiswa dalam membangun masyarakat yang berkemajuan selama 20 hari. Meski sederhana, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kebaikan yang lebih luas di lingkungan masjid dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut juga, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Ustadz Arie Kurniawan, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai inisiatif kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menghidupkan masjid dan membangun kesadaran kolektif umat.

“Kegiatan seperti MAFATHIR ini sangat relevan dengan semangat Ramadhan. Transformasi diri adalah fondasi utama dalam membangun peradaban. Kami mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa yang memulai dari langkah kecil namun penuh makna.” Ujarnya.

Ia kemudian berharap bahwa gerakan ini terus berlanjut dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk aktif memakmurkan masjid serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Dengan semangat fastabiqul khairat, MAFATHIR menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga momentum kolektif untuk membangun kesadaran, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan komitmen dalam membangun peradaban umat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Bagas AS).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo : Selamat Milad Ke-48, Momentum untuk Bergerak Lebih Cepat 

Surabaya, liputanmu – Momentum Semarak Ramadan 1447 H sekaligus Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026), Sekolah Karakter SD...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img