Friday, April 17, 2026
Friday, April 17, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi kehidupan: Ketika Empati Lebih Berharga dari Sekadar Transaksi

Must Read

Inspirasi kehidupan: Ketika Empati Lebih Berharga dari Sekadar Transaksi

Oleh Ustadz drh. Zainul Muslimin

(Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)

“Kisah sederhana tentang menerima jasa pijat yang mengajarkan empati, rezeki yang mengalir, dan makna berbagi di balik perjuangan mencari nafkah”

Di sudut sebuah tempat yang sederhana, dua manusia dipertemukan oleh takdir yang tampak sepele bagi sebagian orang. Namun, di balik momen itu, tersimpan pelajaran hidup yang begitu dalam.

“Saya sebetulnya tidak terlalu butuh. Tidak sedang benar-benar mencari. Tapi beliau begitu gigih menawarkan jasanya.” 

Ada sesuatu yang mengetuk hati. Bukan sekadar karena kasihan. Bukan pula karena tidak enak menolak. Melainkan karena memori lama tiba-tiba hidup kembali.

Dulu, selama 11 tahun menjadi sales pakan ternak, saya paham betul rasanya menawarkan dengan penuh harap, lalu pulang tanpa closing. Rasanya bukan cuma lelah di kaki — tapi juga perih di hati. Ada kecewa yang diam-diam harus ditelan, ada harapan yang harus dipaksa tetap menyala.

Dan saat melihat kegigihan beliau hari itu, saya seperti melihat versi lama diri saya sendiri. Akhirnya saya sepakat menerima tawaran jasa pijat.

“Padahal jujur, Saya sudah tahu, pasti nanti badan terasa sakit melilit”

Tapi bukankah kadang ada hikmah yang lebih besar dari sekadar rasa nyaman?

Bukankah sebagian rezeki kita memang dititipkan untuk mengalir kepada orang lain?

Alhamdulillah, alhamdulillah, Keringat meleleh —baik yang dipijat, maupun yang memijat. Ada kerja keras di sana. Ada perjuangan yang nyata. Ada martabat yang dijaga lewat usaha.

Dan coba kita renungkan, jam segini, siapa tukang pijat yang mau kita undang ke rumah?

Siapa juga yang mau memijat, walau kita yang datang ke rumah mereka?

Tidak banyak. Karena di balik jasa sederhana seperti ini, ada pengorbanan waktu, tenaga, dan harapan akan rezeki hari itu.

“Momen ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan selalu tentang butuh atau tidak butuh”

Kadang, ini tentang empati. Tentang memahami perjuangan orang lain. Tentang memberi ruang agar rezeki bisa terus beredar.

Sebab rezeki yang baik bukan hanya yang kita simpan — tapi juga yang kita alirkan. Semoga kita semua diberi kesehatan, kekuatan, dan hati yang selalu peka melihat perjuangan sesama.

“Sehat-sehat & kuat, Alhamdulillah”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Muntilan Magelang Berbagi Praktik Baik di Halal Bihalal PCM Taman Madiun di UMMAD

Madiun, liputanmu - Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan, Magelang, Ustadz Miftahudin menjadi salah satu pembicara yang memberi tausiah...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img