Friday, May 8, 2026
Friday, May 8, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Zakat, Pilar Agama dan Simbol Ketaatan

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Zakat, Pilar Agama dan Simbol Ketaatan

Oleh Ustadz Ir. Lukman 

(Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Dalam Islam, zakat itu simbol ketaatan, bukan sekadar aksi filantropi atau sumbangan sukarela. Zakat adalah kewajiban teologis sekaligus instrumen ketaatan ummat. Secara spiritual, ia membersihkan harta; secara sosial, ia mempererat hubungan antara penguasa/ Persyarikatan dan ummat melalui distribusi kesejahteraan yang adil.

Ketaatan kepada Pimpinan atau Ulul Amri pada tatanan negara, dalam konteks zakat adalah bentuk pengakuan terhadap otoritas negara dan Persyarikatan untuk mengelola tatanan sosial. Namun, bagaimana jika ketaatan itu diuji saat ada perubahan pola pentasyarufan berupa instruksi dari Persyarikatan bahwa Zakat sebagian di distribusikan ke Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (LASIZMU) Daerah?

Sejarah mencatat sebuah peristiwa krusial yang menentukan tegaknya pilar ini.

Kisah Sejarah: Ketegasan Abu Bakar ash-Shiddiq dalam Perang Riddah

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, umat Islam menghadapi ujian stabilitas yang luar biasa. Banyak suku di Jazirah Arab mulai membangkang. Fenomena ini dikenal sebagai Perang Riddah (Perang melawan kemurtadan).

Pertama, Pembangkangan Zakat; Sebagian kelompok menyatakan tetap memeluk Islam dan mendirikan salat, namun mereka menolak membayar zakat kepada Khalifah Abu Bakar.

Argumen mereka adalah: “Kami membayar zakat kepada Rasulullah karena doa beliau memberi ketenangan bagi kami. Sekarang beliau telah tiada, kami tidak wajib memberikannya kepada Abu Bakar.”

Kedua, Diplomasi vs Prinsip; Situasi saat itu sangat genting. Bahkan sahabat sekelas Umar bin Khattab sempat menyarankan agar Abu Bakar bersikap lebih lunak kepada mereka agar kekuatan Islam tidak terpecah, mengingat ancaman dari luar juga besar.

Ketiga, Pernyataan Legendaris Abu Bakar; Dengan keteguhan hati yang luar biasa, Abu Bakar menjawab kekhawatiran Umar:

“Demi Allah, seandainya mereka enggan menyerahkan seekor tali pengikat unta yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah SAW, niscaya aku akan memerangi mereka karena keengganan tersebut.”

Abu Bakar menegaskan bahwa shalat dan zakat adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Memisahkan keduanya berarti merusak struktur agama dan negara.

Hikmah bagi Kita Hari Ini

Kisah di atas memberikan pelajaran mendalam tentang hubungan antara ibadah dan loyalitas kepada pimpinan:

  •  Zakat adalah Hak Publik: Zakat bukan milik pribadi pemimpin, melainkan hak fakir miskin yang pengelolaannya diamanahkan kepada pimpinan yang sah.
  • Stabilitas Sosial: Ketaatan dalam membayar zakat melalui lembaga yang resmi (pemerintah) memastikan distribusi kekayaan berjalan sistematis, bukan sporadis.
  • Integritas Pemimpin: Abu Bakar mengajarkan bahwa pemimpin harus berani mengambil keputusan yang tidak populer demi menjaga prinsip dasar keadilan dan syariat.

“Zakat adalah jembatan yang menghubungkan ketaatan hamba kepada Allah dengan loyalitasnya sebagai ummat. Tanpa zakat, keadilan sosial runtuh; tanpa ketaatan kepada pimpinan dalam mengelolanya, keteraturan sosial akan hilang”

Di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, ada dua Kantor Layanan LAZISMU, yakni: Kantor Layanan LAZISMU Masjid Al-Mufidah dan PCM Wonokromo.

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Komitmen Perkuat Internasional Class Program, Smamga Gadung Surabaya MoU dengan Karabuk University Turki

Surabaya, liputanmu — Langkah besar menuju pendidikan berstandar global, dan komitmen dengan Internasional Class Program, Sekolah Unggul dan Berkarakter...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img