Refleksi Milad ke-109, Teguhkan Komitmen Mencerahkan Kehidupan
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur)
Milad ke-109 Aisyiyah merupakan momentum yang sangat berharga untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang salah satu organisasi perempuan muslim terbesar di Indonesia ini.
Lahir pada 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan 19 Mei 1917, Aisyiyah telah melintasi satu abad lebih dengan kontribusi yang tak terhitung bagi bangsa, agama, dan kemanusiaan.
Sebagai sesama organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), beberapa poin penting refleksi dalam memperingati Milad ke-109 Aisyiyah:
Pertama, Meneguhkan Kiprah “Perempuan Berkemajuan”: Sejak awal berdiri, Nyai Ahmad Dahlan dan para pendiri Aisyiyah telah mendobrak stigma bahwa perempuan hanya bergerak di ranah domestik.
Di usia yang ke-109 ini, konsep Perempuan Berkemajuan semakin relevan. Maknanya, perempuan yang memiliki kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Namun, tantangan di era modern ini, Aisyiyah dituntut untuk terus mencetak kader perempuan yang mampu menjadi pemimpin, pemikir, dan penggerak di berbagai sektor—mulai dari ekonomi, politik, hingga teknologi—tanpa kehilangan akar nilai-nilai Islam.
Kedua, Penguatan Pilar Dakwah Nyata (Amal Usaha): Aisyiyah dikenal bukan lewat retorika, melainkan lewat amal usaha yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Refleksi ke-109 ini menjadi momen audit sosial terhadap ribuan amal usaha yang dikelola:
- Pendidikan: Dari TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal) yang legendaris hingga Universitas ‘Aisyiyah (UNISA). Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di era digital.
- Kesehatan & Sosial: Rumah sakit, rumah bersalin, dan panti asuhan Aisyiyah harus tetap menjadi garda terdepan dalam mengatasi isu stunting, kesehatan reproduksi, dan kesejahteraan keluarga.
Ketiga, Menghadapi Tantangan Zaman: Digitalisasi dan Ketahanan Keluarga. Dunia saat ini menghadapi disrupsi digital dan pergeseran nilai sosial. Aisyiyah di usia 109 tahun perlu memprioritaskan:
- Dakwah Digital: Membanjiri ruang siber dengan konten-konten Islam yang wasathiyah (moderat), sejuk, dan mencerahkan untuk membentengi generasi muda dari radikalisme dan hedonisme.
- Ketahanan Keluarga: Keluarga adalah unit terkecil negara. Aisyiyah memiliki tugas besar untuk menjaga ketahanan keluarga dari ancaman KDRT, perceraian, dan kerapuhan mental generasi Z dan Alpha.
Keempat, Kepemimpinan Transformatif dan Regenerasi: Satu abad lebih organisasi ini berdiri karena sistem kaderisasinya yang berjalan.
“Refleksi Milad ke-109 ini mengingatkan pentingnya regenerasi yang sehat”
Memberikan ruang yang lebih luas bagi Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan kader muda untuk berinovasi adalah kunci agar organisasi ini tetap segar, adaptif, dan tidak gagap zaman.
Milad ke-109 bukan sekadar perayaan seremonial atau nostalgia sejarah. Ini adalah momentum bagi seluruh warga Aisyiyah untuk re-charging (mengisi ulang) semangat keikhlasan, memperluas kemanfaatan, dan memastikan bahwa matahari Aisyiyah akan terus bersinar mencerahkan semesta, membawa misi Islam Rahmatan lil ‘Alamin.
“Selamat Milad ke-109 Aisyiyah. Teruslah mencerahkan semesta dan memajukan bangsa”














