Monday, June 8, 2026
Monday, June 8, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Wakil Ketua PCM Wonokromo Ingatkan 3 Pesan Motivasi Wisudawan Spempat Gadung Surabaya

Must Read

Surabaya, liputanmu – Pesan penting yang menggetarkan jiwa dari Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., pada Purnawiyata Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya di Hotel Luminor, Surabaya. Ahad (07/06/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut juga, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., Wakil Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., dan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd., M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kita dalam hari yang penuh syukur dan kebahagiaan ini. Ia juga menyampaikan apresiasi atas prestasi dan pembentukan karakter religius pada anak didiknya.

“Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo Surabaya, saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas SMP Muhammadiyah 4 Surabaya yang telah menorehkan segala prestasi dan pembentukan karakter yang religius pada anak didiknya.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh anak didik untuk meneriakkan slogan SMPM 4 untuk memecah keheningan, maka dijawab oleh mereka dengan kompak penuh semangat; “Religius Berprestasi”.

Ustadz Barid, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa hari ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga kebanggaan bagi para orang tua yang telah mempercayakan amanah terbesar dalam hidupnya kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Wonokromo.

“SMP Muhammadiyah 4 telah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai rapor.” Tegasnya.

Menurutnya, melalui program Bilingual Excellent Class (BEC), Tahfidz, Hizbul Wathan, penguatan karakter, hingga kelas internasional, sekolah ini sedang menyiapkan anak-anak untuk menjadi generasi yang mampu berdiri tegak di dunia modern tanpa kehilangan iman dan akhlaknya.

“Karena sesungguhnya tantangan masa depan bukan hanya bagaimana anak-anak kita menjadi pintar. Tetapi bagaimana mereka tetap mengenal Allah ketika kelak mereka menjadi orang besar.” Tandasnya.

Ustadz Barid juga menyampaikan bahwa setiap orang tua pasti ingin meninggalkan warisan terbaik untuk anaknya. Namun dirinya ingin mengajak kita merenung sejenak. Ketika kita meninggal dunia nanti, rumah yang kita bangun akan menjadi milik orang lain.

“Kendaraan yang kita kumpulkan akan berpindah tangan. Harta yang kita cari siang dan malam akan habis dibagi. Tetapi ada warisan yang tidak akan pernah habis.” Ulas Ustadz Barid, yang juga menjabat sebagai Direktur Madrasah Qori’mu PCM Wonokromo Surabaya ini.

Warisan Utama Generasi Mulia

Dalam kesempatan tersebut juga, Ustadz Barid berpesan 3 warisan yang akan menemani anak hingga akhir hayatnya, yaitu:

Pertama, Tauhid kepada Allah SWT: Karena anak yang mengenal Tuhannya tidak akan mudah kehilangan arah. Saat dunia memujinya, ia tidak sombong, saat dunia meninggalkannya, ia tidak hancur. Karena ia tahu bahwa hidupnya hanya bergantung kepada Allah.

Kedua, Akhlak yang mulia: Di zaman yang penuh kecerdasan buatan, teknologi canggih, dan persaingan global, manusia tidak akan dihargai hanya karena kepintarannya.

Banyak orang pintar, tetapi tidak semua bisa dipercaya. Banyak orang berilmu, tetapi tidak semua membawa manfaat. Akhlaklah yang akan membuat seseorang dicintai langit dan dihormati bumi.

Ketiga, Doa yang tak pernah putus antara orang tua dan anak: Inilah yang sering terlupakan. Hari ini mungkin orang tua masih kuat berjalan, masih mampu bekerja, masih mampu menafkahi. Tetapi akan datang suatu masa ketika rambut memutih, tubuh melemah, langkah mulai goyah, dan dunia perlahan meninggalkan kita.

Pada saat itulah, lanjut Ustadz Barid, bahwa tidak ada yang lebih menenangkan selain mengetahui bahwa ada anak saleh yang mengangkat kedua tangannya dan berkata:

“Ya Allah, ampunilah ayah dan ibuku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika kecil.” Doanya penuh penghayatan.

Sungguh banyak orang tua menangis, lanjut Ustadz Barid, ketika anaknya berhasil masuk sekolah favorit. Tetapi di akhirat kelak, orang tua akan lebih bahagia ketika mengetahui anaknya menjadi sebab datangnya rahmat Allah.

“Karena itulah pendidikan Muhammadiyah tidak hanya menyiapkan anak untuk mencari pekerjaan. Tetapi menyiapkan anak untuk menjadi penolong orang tuanya di dunia dan di akhirat.” Tandas Ustadz Barid yang juga anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.

Program Pendidikan yang Linier dan Berkelanjutan

Berikutnya, Ustadz Barid juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang hadir karena telah mempercayakan pendidikan putra-putri tercinta kepada seluruh Amal Usaha Muhammadiyah PCM Wonokromo.

Mulai dari SD, SMP hingga SMA telah terbangun sinergi pendidikan yang linear dan berkelanjutan. Tujuannya hanya satu: “Membentuk generasi yang sukses dunia sekaligus selamat akhirat”. Ia juga berpesan beberapa hal penting kepada anak-anak di akhir sesi sambutannya, diantaranya untuk terus beribadah, belajar, dan berbakti kepada orang tua dan guru.

“Anak-anakku yang hari ini berdiri dengan bangga, Ijazah yang kalian terima hari ini hanyalah selembar kertas. Nilai yang sesungguhnya adalah apa yang telah tertanam di dalam hati kalian.” Harapannya.

Harapan dan Doa untuk Generasi Mulia

  • Jika setelah lulus kalian semakin dekat kepada Allah, maka pendidikan kalian berhasil.
  • Jika setelah lulus kalian semakin hormat kepada orang tua, maka pendidikan kalian berhasil.
  • Jika setelah lulus kalian semakin bermanfaat bagi sesama, maka pendidikan kalian berhasil.
  • Teruslah menjadi orang beriman, jangan pernah merasa cukup dengan iman yang kalian miliki hari ini.
  • Teruslah belajar, karena Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
  • Teruslah berprestasi, tetapi jangan sampai prestasi membuat kalian lupa sujud.
  • Teruslah mengejar mimpi, tetapi jangan sampai mimpi menjauhkan kalian dari Al-Qur’an.

“Dan ketika suatu hari nanti kalian berhasil menjadi dokter, insinyur, pengusaha, dosen, pejabat, atau pemimpin bangsa, pastikan orang-orang berkata; inilah lulusan Muhammadiyah, ilmunya tinggi, akhlaknya mulia, dan imannya kokoh.” Ungkapnya.

Di akhir sesi, Ustadz Barid juga berdoa, semoga dari ruangan ini lahir generasi yang membanggakan orang tua, menguatkan umat, memajukan bangsa, dan menjadi penghuni surga-Nya.

“Karena kesuksesan terbesar bukanlah ketika nama kita dikenal manusia, tetapi ketika nama kita disebut dengan kemuliaan di hadapan Allah SWT.” Pungkasnya. (Taufikhi).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo: Selamat Milad ke-60, Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya

Surabaya, liputanmu - 60 tahun berkarya, tumbuh dan bersinar, sejak berdiri 06 Juni 1966 hingga saat ini 06 Juni...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img