Tuban, liputanmu – Ahad pagi, 13 Juli 2025, udara masih sejuk saat rombongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo bersiap ngluyur ke arah utara, menuju PCM Palang, Tuban.
Tak sendiri, PCM mengajak serta 5 PRM; Darmo, Wonokromo, Jagir, Jagir Mulyo dan Sawunggaling, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP)/Majelis dan Ortom se-Wonokromo. Dalam rilisnya Kamis, 17 Juli 2025.
Tujuan utamanya mulia, yakni studi banding dan silaturrahim ke Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di sana. Tapi, siapa sangka, perjalanan kali ini lebih mirip acara family gathering berbalut karaoke didalam bus dengan penuh ceria.
Sesaat setelah bus melaju, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua PCM Wonokromo mengambil posisi, bukan untuk memandu lagu, tapi memimpin doa. Suaranya khusyuk, wajahnya teduh. Bahkan ada yang yakin, malaikat pun ikut mengaminkan sambil senyum.
Sholawatan, lagu-lagu Maher Zain dan Alma Esbeye pun mulai mengalun dari speaker bus, menciptakan suasana syahdu yang entah kenapa malah membuat beberapa orang mengantuk lebih cepat dari biasanya. Tapi ketenangan itu tak bertahan lama. Sesi karaoke dimulai!
“Rossa, flamboyan.” Terdengar request lagu dari arah belakang.
Duet maut Ustadz Ir. Lukman, Ketua PCM dan Ustadz Muriansa, SE., Bendahara PCM, jadi pembuka. Lagu-lagu nostalgia era 90an dilantunkan dengan penuh semangat dan vibrasi unik. Rahasia suara mereka tetap renyah ternyata simpel.
“Nggak makan gorengan seminggu.” Kata mereka. Tips sehat sekaligus aneh yang bisa dicoba, tapi jangan dijamin.
Tak mau kalah, Pak Mulyono menyumbang suara emasnya. Bait demi bait lagu dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Beberapa penumpang terhibur, bahkan ada yang tertidur. Entah saking merdunya, atau karena suara sumbangnya yang lebih dominan.
Sementara itu, bus melaju dengan kecepatan yang bisa bikin kura-kura minder. Ustadz Arief Rusdi, ST., Wakil Ketua PCM Wonokromo mulai resah.
“Mestinya ini disetirin sopir Bus Sumber Kencono, biar ngebut dikit.” Serunya, sedikit gregetan.
Ustadz Agus Suwandi, Wakil Ketua PCM Wonokromo, yang duduk nomer dua dari depan malah sibuk sendiri. Melihat tambak-tambak ikan di pinggir jalan, matanya berbinar seperti nemu kolam Bandeng.
“Ayo mancing! Ayo mancing!” Katanya, menoleh ke Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., dengan kode keras.
Tiba-tiba Ustadz Ibrahim berdiri. Semua pasang telinga, mengira akan ada tausiyah pembuka. Tapi ternyata, “Aduh, pinggang pegel, Mas… duduk kelamaan.” Katanya sambil stretching ala-ala. Karena tak jadi tausiah beberapa peserta seketika meneruskan tidurnya .
Akhirnya, sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan PCM Wonokromo tiba di lokasi dengan selamat dan masih lengkap jumlahnya. Segenap pejabat teras PCM Palang menyambut dengan hangat memakai jas kebanggaannya.
Pada momen ini rombongan PCM Wonokromo diajak mengunjungi beberapa AUM unggulan dari PCM Palang diantaranya:
1. Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya Utama.
2. Gedung Dakwah PCM Palang.
3. Muhammadiyah Boarding School (MBS) di Leran Agung.
4. Pabrik Air Minum Suli 5.
5. Surya Mart PCM Palang.
Dan meski tujuan utama adalah studi banding, ternyata perjalanan menuju ke sana justru jadi sesi rihlah yang tak terlupakan. (Taufik Hidayanto).














