Monday, April 27, 2026
Monday, April 27, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Manten Baru, Guru SD Musix Taklukkan 250 Finalis dan Raih Juara II Nasional

Must Read

Surabaya, liputanmu – Di saat banyak orang masih larut dalam kebahagiaan sebagai “manten baru”, Ustadzah Jihan Nurila, S.Pd., justru memilih jalan yang tidak biasa. Ia melangkah ke panggung nasional, membawa nama Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya—dan pulang dengan prestasi membanggakan.

Pada Ahad (26/04/2026), di tengah ketatnya persaingan Olimpiade Guru Matematika (OGM) ke-11, Ustadzah Jihan berdiri di antara 250 finalis terbaik dari seluruh Indonesia. Waktu 90 menit menjadi saksi bagaimana ketenangan, ketelitian, dan ketangguhan seorang guru diuji hingga batasnya.

Soal demi soal ia hadapi—dari isian singkat hingga uraian berbobot tinggi—yang menuntut bukan hanya kecerdasan, tetapi juga ketahanan mental.

Namun, siapa sangka, di balik ketenangan itu tersimpan kisah perjuangan yang tak sederhana.

Sebagai pengantin baru, Ustadzah Jihan harus membagi fokus antara peran barunya dalam kehidupan rumah tangga dan tanggung jawab profesionalnya sebagai guru. Tidak banyak yang tahu bagaimana ia mencuri waktu untuk belajar, menyiapkan diri, dan tetap berdiri tegak di tengah tuntutan yang datang bersamaan.

Hingga akhirnya, pengumuman itu tiba. Namanya disebut sebagai peraih Juara II Nasional. Sejenak, waktu seakan berhenti.

Alhamdulillah, saya merasa senang dan bangga atas capaian ini. Mengingat ini adalah kesempatan pertama, bisa sampai di kursi finalis saja sudah sangat membanggakan bagi saya. Begitu hasil akhir diumumkan, rasanya semakin tidak percaya.” Tuturnya, menahan haru.

Namun bagi Ustadzah Jihan, medali perak bukanlah akhir dari perjalanan. Justru di sanalah semangatnya kembali menyala.

“Ke depan, saya ingin mempersiapkan segalanya dengan lebih matang. Apa pun hasilnya itu bonus, tapi jujur saja, Gold Medal tetap membuat saya penasaran,” Ujarnya dengan senyum penuh tekad.

Prestasi ini bukan hanya milik Ustadzah Jihan seorang. Di baliknya, ada doa, dukungan, dan kebanggaan dari keluarga besar SD Musix.

Ucapan selamat mengalir dari rekan kerja dan sahabat. Kepala Sekolah SD Musix, Ustadz Munahar, S.H.I., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut—sebuah bukti bahwa guru adalah sosok pembelajar sejati yang tidak pernah berhenti bertumbuh.

“Kisah Ustadzah Jihan menjadi pengingat bahwa di tengah fase hidup apa pun, peluang untuk berprestasi selalu terbuka bagi mereka yang mau berjuang.” Ujarnya penuh semangat.

Dan hari itu, di Bogor, seorang guru muda membuktikan, bahwa dedikasi tidak mengenal waktu, bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia, dan bahwa mimpi, sekecil apa pun, layak diperjuangkan hingga ke panggung tertinggi. (Basirun).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Upaya Wujudkan Kader Berkarakter Mulia, Spemsa Gelar Pesantren Jum’at Sabtu

Surabaya, liputanmu - Upaya wujudkan kader berkarakter mulia, SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa) pada Jumat hingga Sabtu, 24–25 April...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img