Mojokerto, liputanmu – Dalam suasana hangat penuh semangat dakwah dan pembaruan, Penutupan Rapat Kerja (Raker) Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya, yang digelar pada Selasa, 1 Juli 2025 di Hotel Grand Whiz Trawas Mojokerto.
Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo; Ketua Ustadz Ir. Lukman, Wakil Ketua Ustadz Taufiq Hidayanto, A.Md.
Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, dalam kesempatan tersebut, mengulas secara tajam dan reflektif tentang indikator penilaian etos kerja yang seyogianya menjadi ruh dalam menggerakkan Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah.
“Etos kerja, bukan hanya soal profesionalitas, tetapi juga bagian dari manifestasi iman dalam bekerja.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setidaknya ada empat indikator utama yang perlu ditumbuhkan dalam meningkatkan etos kerja, yakni; Pertama, Komitmen terhadap Mutu Pendidikan.
“Komitmen ini bukan sekadar hadir fisik, tapi terwujud dalam kesungguhan memperjuangkan kualitas pembelajaran, membentuk karakter siswa, dan memajukan lembaga pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Islam.” Imbuhnya.
Kedua, Integritas dan Tanggung Jawab; Bekerja dengan penuh amanah, jujur, serta bertanggung jawab atas setiap tugas adalah cerminan dari keimanan.
“Guru dan tenaga kependidikan harus menjadikan integritas sebagai dasar dalam setiap langkahnya.” Tegasnya.
Ketiga, Kerja Tim yang Harmonis; Tidak ada keberhasilan tanpa kolaborasi. Etos kerja Islami menekankan pentingnya kebersamaan, saling menghargai, dan bersinergi antar guru maupun pimpinan, agar tercipta lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Keempat, Aktif dan Disiplin Waktu; Sikap proaktif menyambut tugas serta ketepatan waktu dalam menyelesaikannya merupakan bentuk kesungguhan.
“Ini pula yang menjadi ciri khas para pendidik Muhammadiyah yang ingin terus relevan di tengah dinamika zaman.” Tandasnya.
Paparan ini juga menjadi jawaban sekaligus refleksi mendalam atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Mualim: “Mengapa selama ini kepala sekolah di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung kurang saling mempromosikan antar unit; SD, SMP, dan SMA?” Katanya.
Ustadz Taufik juga menegaskan tentang penguatan etos kerja adalah kunci untuk memperbaiki kondisi tersebut. Jika setiap pemangku amanah memiliki komitmen, integritas, kemampuan berkolaborasi, dan semangat aktif, maka promosi antar lembaga tidak akan perlu diminta, melainkan akan tumbuh dengan sendirinya sebagai bagian dari kecintaan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah.
“Inilah saatnya etos kerja bukan hanya menjadi jargon, tapi menjadi budaya. Sebab, Sekolah yang hebat tidak cukup hanya dengan gedung megah atau kurikulum mutakhir, tapi harus ditopang oleh insan-insan yang bekerja dengan jiwa, hati, dan iman.” Katanya.
Ia juga menyarankan agar setiap ada acara purnasiswa maka semua kepala sekolah yang terkait diberi panggung untuk saling mempromosikan masing-masing sekolahnya.
Pada akhir sambutannya, Ustadz Taufik memberi slogan pengingat sekaligus penyemangat kepada guru-karyawan SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya.
“Peningkatan Etos Kerja dimulai dari KITA; Komitmen, Integritas, Tim, dan Aktif. KITA adalah pondasi, KITA adalah teladan, dan dari KITA, kemajuan akan bermula.” Pungkasnya. (Taufiq Hidayanto).














