Surabaya, liputanmu – Menjelang satu abad usianya, SD Muhammadiyah 2 Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai Sekolah Adab Kesalihan, menggelar perhelatan akbar bertajuk “Jejak Cahaya 96 Tahun“. Acara yang berlangsung pada hari ini, Ahad, 8 Maret 2026, di Masjid Peneleh ini menjadi momen penting bagi sekolah untuk menegaskan eksistensinya sebagai institusi pendidikan historis yang tetap relevan di zaman modern.
Sejarah yang Terungkap: Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka
Ada fakta menarik yang menjadi latar belakang kuat perayaan tahun ini. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Surabaya Muhammad Agus Zaki Fanani, S. PD., Gr. mengungkapkan bahwa, melalui penelaahan dokumen sejarah pada dua bulan lalu, ditemukan bukti otentik bahwa sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1930.
”Ternyata SD Muhammadiyah 2 ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Ini adalah kegiatan Milad pertama yang kita adakan secara besar setelah menelaah dokumen-dokumen zaman dulu tersebut,” ujarnya.

Pengajian Akbar Bersama Tokoh Nasional
Puncak acara Milad ke-96 ini diisi dengan Pengajian Akbar yang menghadirkan pembicara utama, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. Ia merupakan tokoh penting di Jawa Timur, menjabat sebagai Sekretaris PWM Jawa Timur sekaligus Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antarlembaga Kemendikdasmen RI.
Tema yang diusung dalam Milad kali ini adalah “Membumi dengan Adab, Melangit dengan Taqwa“. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari identitas sekolah sebagai “Sekolah Adab” yang berupaya mencetak generasi berkarakter kuat.
Aksi Sosial: Tebar 500 Paket Sembako
Selain aspek spiritual dan seremonial, Milad ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Pihak sekolah membagikan sekitar 400 hingga 500 paket sembako kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Genteng, termasuk warga di area Peneleh, Pandian, Plampitan, hingga para pengemudi ojek daring dan petugas kebersihan.
”Alhamdulillah, kegiatan ini didukung penuh oleh Komite Sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Aisyiyah, hingga anak-anak IPM Kids dari SD Adab sendiri. Kami ingin kehadiran sekolah ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Harapan Masa Depan
Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 hingga 400 tamu undangan ini ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk syukur dan ajang silaturahmi antara sekolah, wali murid, dan warga sekitar.
Melalui perayaan ke-96 tahun ini, SD Muhammadiyah 2 Surabaya berharap dapat terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi mercusuar adab dan ketakwaan di Kota Surabaya. (yupan)














