Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Diskusi Santai Kader Muhammadiyah dengan Secangkir Kopi

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Diskusi Santai Kader Muhammadiyah dengan Secangkir Kopi

Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

(Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur)

Ngopi (Ngolah Pikir) di Yogyakarta, dengan secangkir kopi klotok; dari Amal Usaha Muhammadiyah, pengkaderan hingga jodoh, Selasa (10/03/2026).

Di antara kepul asap kopi yang membumbung, ada sebuah ruang yang selalu hangat, Ngopi; Ngolah Pikir.

Bukan sekadar soal rasa pahit dan manis di lidah, tapi soal bagaimana kita, sebagai kader, duduk melingkar dan menanggalkan sejenak sekat-sekat formalitas organisasi. Sambil menyeruput kopi, kita berdiskusi:

Pertama, Kopi Pahit dan Realitas Dakwah; Seringkali, diskusi kita dimulai dari keluhan. Bagaimana mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang semakin besar, atau bagaimana menjaga militansi kader di tengah gempuran zaman digital.

Seperti kopi hitam tanpa gula, realitas dakwah kadang terasa pahit. Namun, bukankah justru rasa pahit itu yang membuat kita terjaga?

“Pahitnya tantangan dakwah di lapangan adalah pengingat bahwa persyarikatan Muhammadiyah bukan sekadar papan nama, melainkan gerakan yang harus terus berdenyut, bukan pelan tapi kencang, terkadang harus tengok belakang”

Kedua, Gula dan Kegembiraan Ber-Muhammadiyah; Kopi akan terasa lebih seimbang dengan sedikit gula. Begitu juga dengan berorganisasi. KH Ahmad Dahlan mengajarkan kita untuk tidak nggege mangsa, tapi tetap bergerak dengan penuh kegembiraan.

Diskusi di kedai kopi mengingatkan kita bahwa:

  • Silaturahmi adalah bahan bakar utama, menguatkan diri, berjuang dalam kesatuan, kebersamaan, bukan sendiri.
  • Tertawa bersama adalah cara kita merawat kesehatan mental di tengah padatnya agenda rapat, uji mental.
  • Berbagi ide tanpa rasa takut salah adalah ciri kader yang berkemajuan, kader kudu kuat, gak oleh sambat.

Ketiga, Mengaduk Gagasan, Menemukan Solusi; Saat sendok beradu dengan cangkir, di situlah gagasan diaduk. Kita bicara tentang bagaimana Islam harus menjadi solusi bagi masalah kemiskinan, lingkungan, hingga teknologi.

Di persyarikatan Muhammadiyah, kita tidak hanya diajak untuk pintar berteori, tapi juga cerdas beraksi, kader itu sedikit bicara banyak bekerja, bukan banyak gaya.

Diskusi santai ini seringkali melahirkan keputusan-keputusan yang lebih mendarat daripada rapat formal yang kaku. Karena di sinilah kejujuran seringkali muncul lebih murni.

Jangan biarkan kesibukan mengurus organisasi membuat kita lupa caranya bersaudara. Sebab, di atas instruksi pusat, ada ukhuwah yang harus terus dijaga.

“Mari kita seruput lagi kopi ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tapi setidaknya malam ini, kita tahu bahwa kita tidak berjuang sendirian. Fastabiqul Khairat!”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Siap Berlaga di Tangerang, Siswa Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Lolos Olimpiade Ke Babak Final Tingkat Nasional

Surabaya, liputanmu - Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya kembali menorehkan prestasi dengan lolosnya salah satu siswa dalam Babak...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img