Surabaya, liputanmu – Semarak bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya terasa berbeda tahun ini. Bertempat di Atrium UG Lagoon Avenue Mall Sungkono, menggelar “Kajian Ramadan & Entrepreneur Exhibition 2026” pada Sabtu (14/03/2026).
Tema kegiatan kali ini; “Thibbun Nabawi Experience: Sehat dengan Sunnah, Mandiri dengan Karya Entrepreneur Muda”, pihak sekolah ingin mengenalkan gaya hidup sehat berbasis pengobatan ala Nabi kepada para siswa.
Dalam sesi kajian, hadir sebagai pembicara utama Ustadz dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes., Kepala Unit Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang memberikan wawasan mendalam mengenai manfaat pengobatan sunnah seperti penggunaan kurma, madu, hingga jintan hitam (habbatussauda).
Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes.
Hadir juga jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo; Ketua Ustadz Ir. Lukman, Sekretaris Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Wakil Ketua Ustadz Arif Rusdi, ST., Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., dan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Ustadz Suradi, SE.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah, yang menggabungkan tiga momentum penting: Milad ke-48 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang jatuh pada 9 Maret, Kajian Ramadan, serta puncak dari program kurikulum unggulan kelas Entrepreneur.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., menjelaskan bahwa pameran ini adalah bentuk perayaan atas proyek Entrepreneur yang telah dikerjakan siswa selama dua pekan terakhir.
”Tahun ini tema kita sangat spesifik, yaitu Thibbun Nabawi. Jadi, seluruh produk yang diproduksi dan dijual oleh anak-anak, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, harus memiliki kaitan dengan pengobatan nabawi.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebanyak 502 siswa terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sebelum memamerkan produknya, para siswa telah melewati tahap brain washing dan literasi untuk memahami apa itu Thibbun Nabawi, bahan-bahan apa saja yang digunakan, hingga manfaatnya bagi kesehatan.
“Hasilnya, berbagai produk kreatif bermunculan, mulai dari camilan sehat hingga olahan minuman herbal yang dikemas modern.” Ungkapnya.
Bukan sekadar ajang jual beli, tambah Ustadzah Norma, bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah penanaman karakter. Ia juga berharap melalui kegiatan ini akan terbentuk karakter anak yang mandiri, inovatif, dan kreatif.
“Kami ingin menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini. Sehingga nanti ketika mereka lulus dan dewasa, mereka tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi siap menciptakan karya nyata bagi bangsa.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














