Surabaya, liputanmu – Segala puji bagi Allah yang masih mempertemukan kita dengan Ramadhan, bulan yang tidak sekadar mengajarkan kita menahan lapar dan dahaga, tetapi mendidik jiwa untuk menjadi manusia yang lebih tinggi derajatnya. Sabtu (14/03/2026).
Hal ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo dalam Kajian Ramadhan dan Buka Bersama sekaligus memperingati Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026) Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya di Aula The Islamic Building (TIB) Kampus 1 Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.
“Hari ini kita memperingati Milad ke-48 sebuah usia yang tidak lagi muda, tetapi juga belum selesai menunaikan misi. Usia ini adalah usia kematangan. Usia untuk membuktikan bahwa kita benar-benar berkarakter, berprestasi, dan siap mendunia.” Ujar Ustadz Barid.
Namun momentum ini berada di puncak Ramadhan, lanjut Ustadz Barid, artinya, bukan saatnya kita melemah. Justru saatnya kita menambah semangat. Ia kemudian menukil firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Ia lantas menjelaskan bahwa wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian ash-shiyam. Shiyam bukan sekadar puasa perut, tetapi totalitas; puasa jiwa, puasa pikiran, puasa perilaku.
“Sehingga kita benar-benar menjadi Kam Min Shoimin (كَمْ مِنْ صَائِمٍ), orang yang berpuasa secara utuh, lahir dan batin.” Ujarnya
Ia kemudian menjelaskan tentang tujuan puasa itu jelas, La‘allakum Tattaqūn; agar kalian menjadi orang yang bertakwa. Menariknya, dalam Al-Qur’an taqwa disebut dalam bentuk fi’il (kata kerja) — tattaqun.
“Artinya proses, perjuangan, gerak yang terus menerus.” Tandasnya.
Sedangkan hasil akhirnya, lanjut Ustadz Barid, adalah isim (kata benda): muttaqin. Orang yang benar-benar telah berkarakter taqwa. Artinya, Ramadhan ini bukan sekadar ritual.
“Ramadhan adalah proses pembentukan karakter manusia bertaqwa.” Katanya.
Menurutnya, karena itulah Allah SWT juga memerintahkan dalam firman-Nya Surat Ali Imran ayat 133, yakni:
وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya :“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133).
“Bersegeralah menjemput ampunan dari Allah SWT, bukan menunggu, bukan menunda, tetapi berlari menuju ampunan Allah SWT.” Tegasnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa inilah semangat yang harus hidup dalam diri kita. Saudara-saudaraku, selepas Ramadhan nanti pekerjaan kita belum selesai. Bahkan justru tanggung jawab kita semakin besar.
Ia juga mengungkapkan tentang ciri-ciri orang yang bertakwa kepada Allah SWT, yang dijelaskan dalam firman-Nya, yakni:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya :“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134).
Pertama, Orang yang selalu memberi; Memberi saat lapang dan sempit. Memberi bisa berupa tenaga, pikiran, ilmu, dan keteladanan.
“Inilah ruh perjuangan kita di Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya. Kita ingin melahirkan generasi yang; berkarakter kuat; memiliki keterampilan unggul, berprestasi tinggi, dan mampu membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Bukan sekadar sekolah biasa, tetapi Sekolah yang melahirkan manusia yang membawa cahaya bagi umat.” Tegasnya.
Karena itu, tambahnya, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling menggenggam tangan, saling menguatkan, saling mendukung, menuju tujuan yang mulia: Sekolah Berkarakter, Berprestasi, dan Mendunia.
“Sebagai guru, tugas kita bukan hanya mengajar, tetapi juga belajar sepanjang hayat. Memperbaiki diri, menjadi teladan, karena guru sejati adalah orang yang sambil mengajar, terus belajar memperbaiki dirinya.” Ungkapnya.
Ustadz Barid juga mengungkapkan jika dalam perjalanan, kita melakukan kesalahan, maka jangan pernah gengsi untuk kembali kepada Allah SWT. Memohon ampun, memohon bimbingan, memohon kekuatan.
“Sebab kemenangan itu bukan karena hebatnya kita, tetapi karena pertolongan Allah SWT.” Ungkapnya.
Ia kemudian menukil firman Allah SWT; Nasrun minallahi wa fathun qarib (نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ) artinya adalah “Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat”. Kalimat ini berasal dari Al-Quran surat As-Saff ayat 13, yang menerangkan bahwa pertolongan dari Allah SWT dan kemenangan yang dekat.
Di akhir sesi, Ustadz Barid menyampaikan semoga Milad ke-48 Sekolah Karakter SDM 24 ini, menjadi titik kebangkitan baru. Bukan hanya usia yang bertambah, tetapi iman yang semakin kuat, amal yang semakin besar, dan kebermanfaatan yang semakin luas.
“Semoga Allah SWT menjadikan langkah kita sebagai bagian dari perjuangan yang diberkahi, Aamiin ya Rabbal ‘alamin.” Pungkasnya. (Taufikhi).














