Inspirasi Kehidupan : Fungsi dan Urgensi I’tikaf
Oleh Ustadz Miqdad Lazuardi I., S.Sy.
(Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya)
I’tikaf adalah ibadah yang mengajarkan seorang muslim untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dunia, lalu mengarahkan seluruh perhatian kepada Allah. Dengan berdiam di masjid, seorang hamba melatih dirinya untuk lebih banyak berdzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan melakukan muhasabah diri.
Fungsi utama i’tikaf adalah membersihkan hati dari kesibukan yang melalaikan. Di dalam i’tikaf, seorang muslim belajar menata kembali niat, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta memperkuat keimanan. Suasana Masjid yang tenang membantu hati menjadi lebih khusyuk dan pikiran lebih jernih dalam merenungi makna kehidupan.
Urgensi i’tikaf semakin terasa terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pada waktu inilah kaum muslimin berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah untuk meraih malam kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
“I’tikaf menjadi sarana terbaik untuk fokus beribadah dan memperbanyak amal shalih tanpa terganggu oleh kesibukan dunia”
Melalui i’tikaf, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga memperoleh ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual. Karena itu, i’tikaf menjadi momentum penting untuk memperbaharui iman dan memperbaiki diri agar setelah Ramadhan berakhir, kehidupan tetap berada dalam ketaatan kepada Allah.














