Sidoarjo, liputanmu — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menggelar pertemuan bersama anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Wonokromo dengan konsep berbeda. Tidak seperti rapat pada umumnya, kali ini dilaksanakan di area pemancingan sebagai upaya membangun chemistry, mempererat silaturrahim, sekaligus menghindari kejenuhan dalam forum formal. Sabtu (20/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Ir. Lukman, menegaskan bahwa variasi suasana menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan antar pimpinan.
“Rapat itu bukan hanya soal hasil dan keputusan, tapi juga soal kebersamaan. Dengan suasana santai seperti ini, komunikasi menjadi lebih cair dan rasa saling percaya antar pimpinan semakin kuat.” Ujarnya.
“Pendekatan nonformal justru mampu melahirkan ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan jamaah di tingkat ranting.” Tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCM Wonokromo yang membidangi Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP), Taufik Hidayanto, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari inovasi penguatan organisasi.
“Kami ingin rapat tidak selalu identik dengan ketegangan. Ketika suasana nyaman, diskusi menjadi lebih hidup dan kolaborasi antar PRM bisa terbangun secara alami.” Jelasnya.
Menurut Taufik, forum semacam ini juga menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, memperkuat sinergi program, serta membangun kesadaran kolektif bahwa gerakan Muhammadiyah bertumpu pada kebersamaan, menyenangkan dan keikhlasan.
Melalui kegiatan ini, PCM Wonokromo berharap hubungan struktural dengan PRM semakin solid, komunikasi semakin terbuka, dan semangat berorganisasi tetap terjaga dengan cara yang menyenangkan namun tetap bermakna.
“Inilah inovasi rapat ala PCM Wonokromo, serius tujuannya, santai suasananya. Biar persaudaraan makin kuat, ide makin segar, dan rapat nggak lagi jadi momok, tapi jadi momen yang selalu dirindukan.” Pungkasnya. (Taufik).














