Surabaya, liputanmu – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Wonorejo pada Rabu malam, 4 Maret 2026, dalam rangkaian ibadah Tarawih Ramadhan 1447 H. Pada kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan siraman ruhani melalui kultum yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. Zainuddin MZ, LC., seorang ahli dan pakar hadits terkemuka.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Prof. Dr. Zainuddin MZ., LC., mengangkat tema sejarah pelaksanaan Shalat Qiyamu Ramadhan yang dicontohkan langsung oleh Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa Qiyamu Ramadhan atau yang dikenal dengan Shalat Tarawih memiliki landasan kuat dalam sunnah Nabi.
“Pada awalnya, Rasulullah SAW melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan secara berjamaah di masjid. Para sahabat mengikuti beliau, hingga jumlah jamaah semakin banyak dari malam ke malam.” Ungkapnya di hadapan jamaah yang memenuhi shaf Masjid.
Namun, lanjutnya, pada malam-malam berikutnya Rasulullah SAW tidak keluar untuk mengimami para sahabat. Hal tersebut bukan karena beliau meninggalkan ibadah tersebut, melainkan karena kekhawatiran akan diwajibkannya shalat malam Ramadhan kepada umatnya.
“Setelah Rasulullah SAW wafat, praktik shalat Tarawih berjamaah kemudian dilanjutkan dan ditertibkan pada masa Khalifah Umar ibn al-Khattab RA.” Ungkapnya.

Prof. Dr. Zainuddin MZ juga menekankan bahwa esensi Qiyamu Ramadhan bukan semata-mata pada jumlah rakaat, tetapi pada kualitas kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan.
“Mari kita menjadikan Tarawih sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.” Pungkasnya.
Kegiatan kultum Tarawih ini merupakan bagian dari program Ramadhan Masjid Al-Ikhlas Wonorejo yang secara rutin menghadirkan para dai dan ulama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Jamaah terlihat antusias dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan guna menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat Ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Surabaya. (Bagas AS).














